Selasa, 16 Juni 2015

Kesusastraan



KESUSASTRAAN
A.    PENGERTIAN KESUSASTRAAN
Berdasarkan asal usulnya, istilah kesusastraan berasal dari bahasa Sanskerta, yakni susastra. Su berarti bagus atau indah, sedangkan sastra berarti buku,tulisan atau huruf. Berdasarkan kedua kata itu, susastra di artikan tulisan yang indah. Kesusastraan tidak hanya berupa tulisan, tetapi ada pula yang berbentuk lisan. Oleh karena itu, sekarang yang dinamakan dengan kesusastraan meliputi karya sastra lisan dan tertulis dengan ciri khas nya terdapat pada keindahan bahasanya. Berdasarkan definisi tersebut, beberapa ahli kemudian menyebutkan ciri-ciri karya sastra sebagai berikut:
1. Bahasanya indah atau tertata dengan baik.
2. Isinya menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya.
3. Gaya penyajian nya menarik sehingga berkesan di hati pembacanya.
untuk dapat memperjelas pengertian di atas, disampaikan pula empat pengertian kesusastraan tersebut, yaitu:
1. seni menciptakan suatu karya tulis yang indah bahasanya (misal, karang-mengarang-roman dsb)
2. karangan yang berupa karya susastra seperti nvel, puisi, dsb.
3. pengetahuan tentang segala hal yang bertalian dengan seni sastra.
4. buku-buku yang termasuk di lingkungan seni sastra, kepustakaan siswa.

B.     Fungsi sastra.
Banyak fungsi atau manfaat dengan membaca karya-karya sastra, antara lain sebagai berikut.
 1. Fungsi rekreatif,dengan membaca karya sastra, seseorang dapat memperoleh kesenangan atau hiburan.
2. Fungsi didaktif, dengan membaca karya sastra, seseorang dapat memperoleh wawasan pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan manusia. Seorang juga dapat memperoleh pelajaran tentang nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalam nya.

C.     Jenis-jenis karya sastra.
a)      Sastra lama sering juga di sebut dengan kesusastraan klasik atau tradisional. Bentuk-bentuk kesusastraan yang berkembang adalah dongeng, mantra, pantun, dan sejenisnya.

Ciri-ciri sastra lama, Karya sastra klasik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Nama pencipta nya tidak di ketahui (anonim)
2. Cerita-ceritanya banyak di warnai oleh hal-hal gaib.
3. Banyak menggunakan kata-kata yang baku, seperti alkisah, sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan sejenis nya.
4. Yang di kisahkan berupa kehidupan istana, raja-raja, dewa-dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia lainnya.
5. Karena belum ada media cetak dan elektronik, sastra klasik berkembang secara lisan.

b).  Sastra baru/modern adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi. Bentuk satra baru seperti novel, biografi, cerpen, drama, soneta, dan lain sebagainya.

      Ciri-ciri sastra baru/Modern sebagai berikut :
- Pengarang dikenal oleh masyarakat luas
- Bahasanya tidak klise
- Proses perkembangan dinamis
- tema karangan bersifat rasional
- bersifat modern / tidak tradisional





Tidak ada komentar:

Posting Komentar