Rabu, 17 Juni 2015

Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar



Pengertian Ilmu Budaya Dasar dan Ruang lingkup
Pada umumnya Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari sebuah dasar dasar kebudayaan, namun jika untuk mengingat terlalu sulit bisa di ambil intinya saja agar tidak terlalu membebani pikiran otak. Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai nilai yang ada di dalam masyarakat.
Jadi pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

1. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
  • Mengusahakan kepekaan mahasiswa & masyarakat terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  • Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  • Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin secara ketat.
  • Menguasahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka agar mampu berdialog  satu sama lain, dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademis diharapakan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
2. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :
1.     Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.     Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.
Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah :
1.     Manusia Dan Harapan
2.  Manusia Dan Kegelisahan
3.  Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
4.  Manusia Dan Pandangan Hidup
5.  Manusia Dan Cinta Kasih
6.  Manusia Dan Keindahan
7.  Manusia Dan Penderitaan
8.  Manusia Dan Keadilan

Selasa, 16 Juni 2015

Manusia dan Keadilan



Manusia Dan Keadilan
A.    Pengertian Keadialan
keadilan adalah keseimbangan Antara hak dan kewajiban yang dikerjakan oleh manusia itu sendiri dan keadilan dapat dilihat dari tingkah laku dan sesuatu yang telah dikerjakan oleh manusia itu sendiri yang dapat menentukan layak atau tidaknya seseorang untuk menerima keadilan tersebut sesuai dengan hak yang akan diterima dari kewajiban yang telah dilakukan oleh orang itu sendiri. Penyimpangan mengenai keadilan akan menimbulkan kecemburuan pada seseorang yang merasa dirinya tidak diberlakukan keadilan, maka akan timbul rasa jealous dan menganggap dirinya tidak dibutuhkan dan tidak berarti bagi orang-orang disekitarnya.

B.     Keadilan Sosial
Keadilan sosial mengandung arti memelihara hak-hak individu dan memberikan hak-haknya kepada setiap orang yang berhak menerima karena manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi segala kebutuhannya.

C.     Berbagai Macam Keadilan
a. Keadilan Legal atau keadilan moral
b. Keadilan Distributif
c. Keadilan Komutatif

Dalam Agama keadilan adalah sesuatu yang salah satu hal yang sangat diperhatikan maknanya, dengan suatu keadilan kita dapat membela yang benar dan menghukum yang salah, seperti tertera pada panca sila sila ke 5 (lima) “ Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia “
Manusia memang tidak seharusnya dibeda-bedakan satu sama lain berdasarkan latar belakangnya. Kaya-papa, laki-puteri, pejabat-rakyat, dan sebagainya, harus diposisikan setara.
Perbedaan dalam pola pikir seseorang wajar dalam mengapresiasikan pendapat karna hak seseorang yang ditindas dan menuntuk keadilan oleh Negara, instansi lain maupun oleh sang pencipta, tapi di balik semua itu pasti ada yang terbaik kenapa bisa demikian dan terkadang seseorang hanya mengeluh karna haky yang tidak didapat.



Kesusastraan



KESUSASTRAAN
A.    PENGERTIAN KESUSASTRAAN
Berdasarkan asal usulnya, istilah kesusastraan berasal dari bahasa Sanskerta, yakni susastra. Su berarti bagus atau indah, sedangkan sastra berarti buku,tulisan atau huruf. Berdasarkan kedua kata itu, susastra di artikan tulisan yang indah. Kesusastraan tidak hanya berupa tulisan, tetapi ada pula yang berbentuk lisan. Oleh karena itu, sekarang yang dinamakan dengan kesusastraan meliputi karya sastra lisan dan tertulis dengan ciri khas nya terdapat pada keindahan bahasanya. Berdasarkan definisi tersebut, beberapa ahli kemudian menyebutkan ciri-ciri karya sastra sebagai berikut:
1. Bahasanya indah atau tertata dengan baik.
2. Isinya menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya.
3. Gaya penyajian nya menarik sehingga berkesan di hati pembacanya.
untuk dapat memperjelas pengertian di atas, disampaikan pula empat pengertian kesusastraan tersebut, yaitu:
1. seni menciptakan suatu karya tulis yang indah bahasanya (misal, karang-mengarang-roman dsb)
2. karangan yang berupa karya susastra seperti nvel, puisi, dsb.
3. pengetahuan tentang segala hal yang bertalian dengan seni sastra.
4. buku-buku yang termasuk di lingkungan seni sastra, kepustakaan siswa.

B.     Fungsi sastra.
Banyak fungsi atau manfaat dengan membaca karya-karya sastra, antara lain sebagai berikut.
 1. Fungsi rekreatif,dengan membaca karya sastra, seseorang dapat memperoleh kesenangan atau hiburan.
2. Fungsi didaktif, dengan membaca karya sastra, seseorang dapat memperoleh wawasan pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan manusia. Seorang juga dapat memperoleh pelajaran tentang nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalam nya.

C.     Jenis-jenis karya sastra.
a)      Sastra lama sering juga di sebut dengan kesusastraan klasik atau tradisional. Bentuk-bentuk kesusastraan yang berkembang adalah dongeng, mantra, pantun, dan sejenisnya.

Ciri-ciri sastra lama, Karya sastra klasik memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Nama pencipta nya tidak di ketahui (anonim)
2. Cerita-ceritanya banyak di warnai oleh hal-hal gaib.
3. Banyak menggunakan kata-kata yang baku, seperti alkisah, sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan sejenis nya.
4. Yang di kisahkan berupa kehidupan istana, raja-raja, dewa-dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia lainnya.
5. Karena belum ada media cetak dan elektronik, sastra klasik berkembang secara lisan.

b).  Sastra baru/modern adalah karya sastra yang telah dipengaruhi oleh karya sastra asing sehingga sudah tidak asli lagi. Bentuk satra baru seperti novel, biografi, cerpen, drama, soneta, dan lain sebagainya.

      Ciri-ciri sastra baru/Modern sebagai berikut :
- Pengarang dikenal oleh masyarakat luas
- Bahasanya tidak klise
- Proses perkembangan dinamis
- tema karangan bersifat rasional
- bersifat modern / tidak tradisional





Senin, 15 Juni 2015

Manusia dan Tanggung jawab

Manusia dan tanggung jawab
A.    Pengertian Tanggung Jawab
merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya disengaja maupun yang tidak disengaja untuk menanggung segala sesuatu yang telah diterima wewenangnya. Tanggung jawab merupakan suatu hal yang wajib di junjung tinggi karena memcerminkan sikap dari seseorang itu sendiri.

B.  Macam – macam Tanggung Jawab
1.    Tanggung terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi

2.    Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil, tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan

3.    Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Karena kedudukkannya sebagai makhluk sosial, sehingga membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi terhadap manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia ini adalah anggota masyarakat yang  tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain.

4.    Tanggung jawab terhadap bangsa / negara
Setiap individu adalah warga negara suatu Negara, dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau aturan-aturan yang telah dibuat oleh suatu negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

5.    Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan, manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.
Wujud tanggung jawab berupa pengabdian dan pengorbanan, untuk kepentingan manusia itu sendiri berupa pikiran dan kebaktiannya. Maka alangkah baiknya membudayakan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga ataupun kehidupan lainnya.




Manusia dan Penderitaan

Manusia dan Penderitaan
1.    Pengertian Penderitaan
Penderitaan adalah menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain. Penderitaan seseorang ada yang mengatakan mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan apabila menerima, sabar dan mejalani dengan ikhlas, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya
Penderitaan meerupakan realitas manusia di dunia. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.Suatupristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan.

2.    Penyiksaan
Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan apabila dari orang tersebut tidak menerima dengan perasaannya.
Siksaan Yang Sifatnya Psikis :
Kebimbangan.memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
Kesepian.merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri / jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
Ketakutan.adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
3.    Kekalutan Mental
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut :
1.      nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  1. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
3.               Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri.
4.      Komunikasi sosial putus
5.              Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis)
6.              Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Tahap – tahap gangguan jiwa :
1.              Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2.              Usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya.
3.              Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
4.              Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan kecemasan.
5.              Dipicu oleh faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah.
6.      Faktor sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa,
Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental
1.      Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2.              Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3.              Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional.
Proses – proses kekalutan mental:
   Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang, akan disikapi untuk mengambil hikmah dari kesulitan yang dihadapinya, setelah mencari jalan keluar maksimal, tetapi belum mendapatkannya tetapi dikembalikan kepada sang pencipta yaitu Allah SWT, dan bertekad untuk tidak terulang kembali dilain waktu.
   Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang dicita-citakan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Sedangkan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari penderitaan.