Senin, 15 Juni 2015

Manusia dan Harapan

Manusia dan harapan
1.    Pengertian Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha dan doa orang yang mempunyai harapan,
tanpa usaha dan doa pasti harapan terbuang dengan sia-sia. Harapan juga, harus dibarengi oleh rasa optimis
Harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :
- keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
- pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Sudah menjadi kodrat bagi manusia mempunyai bermacam-macam keebutuhan hidup.
Kebutuhan hidup pada dasarnya dapat dibedakan atas Kebutuhan Jasmani dan Kebutuhan Rohani.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan , kemampuan manusia sangat terbatas , baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikir. 
Harapan manusia di muka bumi ini secara umum :
a)      kelangsungan hidup
b)      keamanan
c)      hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
d)     diakui lingkungan
e)      perwujudan cita-cita
Selain harapan seseorang pada umumnya, tidak lupa juga betapa pentingnya harapan kepada sang pencipta melalui doa.
2.    Pengertian Doa
Doa adalah permohonan kepada sang pencipta yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan yang berada di sisi-Nya. Doa merupakan ibadah karena doa adalah bentuk pengagungan terhadap sang pencipta dengan disertai keikhlasan hati serta permohonan pertolongan yang disertai kejernihan nurani agar selamat dari segala musibah serta meraih keselamatan abadi.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar